IOC Larang Indonesia karena Tolak Atlet Israel, Ini 4 Keputusan Eksekutif

Forum Kota50 Dilihat
banner 468x60

LAUSANNE, Komite Olimpiade Internasional (IOC) melarang Indonesia menjadi penyelenggara Olimpiade atau kegiatan olahraga terkait setelah atlet Israel tidak dapat tampil dalam Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025. IOC memberikan sanksi kepada Indonesia karena dianggap melakukan diskriminasi dengan tidak memberikan visa bagi atlet Israel.

Komite Eksekutif IOC juga mengumumkan empat poin keputusan terkait tindakan Indonesia yang menolak atlet Israel. Organisasi yang bermarkas di Swiss tersebut menganggap tindakan Indonesia tidak sesuai dengan Piagam Olimpiade dan prinsip-prinsip “netralitas politik.”

banner 336x280

Selain melarang Indonesia menjadi tuan rumah Pekan Olahraga atau Olimpiade Remaja, IOC juga meminta federasi olahraga internasional seperti FIFA, FIBA, dan BWF untuk menghilangkan Indonesia dari daftar kandidat penyelenggara acara olahraga global.

Empat poin keputusan yang diumumkan oleh IOC melalui situs resminya pada hari Rabu (22/10/2025).

Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan, Komite Eksekutif IOC mengambil keputusan sebagai berikut:

  1. Berakhirkan semua bentuk dialog dengan NOC (Komite Olimpiade Nasional) Indonesia mengenai menjadi tuan rumah Olimpiade, Olimpiade Remaja, konferensi atau acara Olimpiade berikutnya hingga pemerintah Indonesia memberikan jaminan yang memadai kepada IOC bahwa seluruh peserta, tanpa memandang kewarganegaraan, akan diizinkan hadir.
  2. Menyarankan seluruh federasi internasional untuk menghindari penyelenggaraan kompetisi olahraga internasional atau pertemuan apa pun di Indonesia sampai pemerintah Indonesia memberikan jaminan yang memadai bahwa semua peserta, tanpa memandang kewarganegaraan, akan diperbolehkan hadir.
  3. Mengadaptasi Prinsip Kualifikasi untuk Kompetisi Olimpiade, mengharuskan federasi internasional memberikan jaminan akses ke negara tuan rumah bagi semua atlet sebagai bagian dari perjanjian tuan rumah untuk setiap babak kualifikasi Olimpiade yang diadakan di berbagai belahan dunia.
  4. Mengundang NOC Indonesia dan Federasi Senam Internasional (FIG) untuk berkunjung ke kantor pusat IOC di Lausanne (Swiss) guna membahas kondisi yang sedang terjadi menjelang Kejuaraan Dunia Senam Artistik FIG ke-53.

Atlet Israel gagal tampil dalam Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 yang diselenggarakan di Indonesia Arena, Jakarta, pada tanggal 19-25 Oktober karena tidak mendapatkan visa.

Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyatakan bahwa pihaknya mendukung kebijakan tersebut. Erick juga mengimbau masyarakat untuk tidak meragukan komitmen pemerintahan Prabowo Subianto dalam membangun olahraga Indonesia terkait penolakan atlet Israel.

“Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, kami di Kemenpora sebagai bagian dari pemerintah tetap memegang prinsip tersebut,” ujar Erick dalam unggahan di media sosial, 10 Oktober 2025.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *