BULA SBT, | FORUMKOTA.ID __ Kebakaran hebat melanda dua bangunan rumah kos di Jalan Waelola, Dusun Malaian, Desa Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Provinsi Maluku, pada Kamis malam, 8 Januari 2026, sekitar pukul 23.00 WIT atau pukul 11 malam. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua bangunan kos-kosan ludes dilalap api.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, kebakaran diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah di samping atau di sekitar bangunan kos-kosan. Api dari pembakaran sampah tersebut diduga tidak dijaga dan tidak dipadamkan, sehingga kemudian tertiup angin dan merambat dengan cepat ke bangunan rumah kos yang berada di dekatnya.
Dua bangunan kos yang terbakar masing-masing memiliki struktur dan jumlah kamar yang berbeda. Bangunan pertama merupakan gedung kos dua lantai dengan total sembilan kamar. Rinciannya, tujuh kamar digunakan sebagai kos, yakni tiga kamar di lantai pertama dan empat kamar di lantai dua. Sementara dua kamar lainnya tidak digunakan. Bangunan kos dua lantai tersebut diketahui milik Ibu Ija Rahakbau, istri dari almarhum Hj. Umar Arkian
Bangunan kedua merupakan rumah kos satu lantai dengan empat kamar yang diketahui milik Ibu Murni Ipalot. Dari empat kamar tersebut, satu kamar ditempati langsung oleh pemilik, sementara satu kamar lainnya disewa oleh sebuah pasangan suami istri yang memiliki satu orang anak.
Menurut keterangan Ibu Murni Ipalot, saat kebakaran terjadi, suasana sangat panik. Penghuni kamar kos yang disewa, yakni seorang ibu bernama Lisa, hanya sempat menyelamatkan anaknya dan langsung berlari keluar dari kamar kos. Pada saat kejadian, suami dari Ibu Lisa diketahui tidak berada di tempat, sehingga di dalam kamar kos hanya terdapat Ibu Lisa dan anaknya.
“Waktu kejadian semua panik. Ibu yang tinggal di kamar kos itu hanya sempat ambil anaknya dan keluar. Tidak ada barang-barang yang sempat diselamatkan,” ujar Ibu Murni saat memberikan keterangan.
Akibat kejadian tersebut, Ibu Lisa diduga kehilangan seluruh harta bendanya. Barang-barang berharga seperti ijazah dan dokumen penting lainnya tidak sempat diselamatkan. Ia keluar dari kamar kos hanya dengan pakaian yang melekat di badan bersama anaknya.
Diketahui, Ibu Lisa merupakan warga asal suku Jawa, sementara suaminya berasal dari Negeri Luhu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku.
Selain rumah kos, kepanikan juga melanda para pemilik usaha yang berada di sekitar lokasi kebakaran. Tercatat ada lima toko yang berada di bagian depan dan samping jalan, terdiri dari toko penjual pakaian, penjual sayur, serta toko penjual handphone dan barang lainnya. Para pemilik toko bersama warga sekitar berupaya menyelamatkan barang dagangan mereka dengan cara mengeluarkannya dari dalam toko dan memindahkannya ke lokasi yang lebih aman, jauh dari titik kebakaran.
Tidak lama setelah kejadian, dua unit armada pemadam kebakaran (Damkar) dikerahkan ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman. Proses pemadaman juga dibantu oleh warga sekitar yang secara swadaya mengambil air dari parigi (sumur) yang berada di dekat lokasi kejadian.
Dalam upaya penanganan kebakaran tersebut, turut hadir aparat keamanan dari Kepolisian, Babinkamtibmas, dan Babinsa. Selain itu, Kepala Desa Bula, Hanafi Kelbarin, Kepala Dusun Malaian, Zainudin Rumaday, serta salah satu anggota DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur, Fatur Kwairumaratu, juga terlihat berada di lokasi kejadian dan ikut memantau langsung proses pemadaman api.
Berkat kerja sama antara petugas Damkar, aparat keamanan, pemerintah desa, dan masyarakat, api akhirnya berhasil dipadamkan setelah beberapa waktu. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materi diperkirakan cukup besar akibat hangusnya dua bangunan rumah kos beserta seluruh isinya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan pendataan dan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kebakaran serta total kerugian yang ditimbulkan.*** M . Lausepa












