Kisah Kematian Zara Qairina, Siswa Malaysia Diduga Korban Bullying

banner 468x60

Kisah kematian tragis Zara Qairina Mahathir (13), seorang pelajar dari Malaysia, memicu gelombang duka dan kemarahan publik.

Zara ditemukan meninggal dunia pada 16 Juli 2025 di saluran pembuangan asrama sekolah. Ia diduga jatuh dari lantai atas. Awalnya, kejadian ini dianggap sebagai kecelakaan murni. Namun, hasil otopsi dan temuan keluarga menunjukkan adanya indikasi kekerasan sebelum kematian.

banner 525x280

Ibu kandung korban, Noraidah Lamat, mengaku menemukan memar mencurigakan di punggung Zara saat proses pemulasaran jenazah. Sementara itu, kakak kandungnya, Syira Leizel Janice, mengungkapkan hasil pemeriksaan medis yang menunjukkan luka fatal.

“Zara mengalami retak parah pada tulang tengkorak, patah tulang belakang, serta perdarahan internal yang hebat. Dokter mengatakan, meskipun selamat, Zara akan tetap seperti mayat,” kata Syira.

Merasa ada ketidaknormalan, keluarga kembali melaporkan ke polisi pada 3 Agustus 2025. Berdasarkan perintah Kamar Jaksa Agung, makam Zara dibongkar pada 9 Agustus untuk otopsi ulang di Rumah Sakit Queen Elizabeth I, yang berlangsung selama delapan jam. Setelah proses tersebut, Zara dikuburkan kembali di Pemakaman Islam Tanjung Ubi, Sipitang, pada 11 Agustus 2025.

Kasus ini kemudian memicu aksi solidaritas besar-besaran. Di Labuan, lebih dari 3.000 orang turun ke jalan untuk menuntut berhentinya kekerasan terhadap anak dan keadilan bagi Zara.

Mohd Rafi Ali Hassan, anggota Majelis Tertinggi UMNO yang memimpin aksi, menegaskan bahwa tragedi ini harus dilihat sebagai masalah kemanusiaan. “Ini bukan isu politik, ini adalah isu kemanusiaan. Kita berdiri bersama menuntut keadilan untuk Zara,” katanya.

Pemerintah Malaysia juga bersuara. Wakil Menteri Pendidikan, Wong Kah Woh, menegaskan kementeriannya tidak akan berkompromi dalam menangani kasus perundungan di sekolah. Ia membantah tuduhan bahwa pihaknya berusaha melindungi pelaku. “Kementerian tidak pernah dan tidak akan melindungi siapa pun yang terlibat,” katanya dalam sidang Parlemen, Senin (11/8/2025).

Sementara itu, Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyatakan bahwa tidak ada pihak yang akan dilindungi. “Siapa pun yang terkait dengan kematian Zara atau berkonspirasi dengan mereka yang terlibat tidak akan menerima perlindungan. Tapi jangan menuduh orang lain tanpa bukti,” tegasnya.

Kasus kematian Zara Qairina saat ini masih dalam tahap penyelidikan polisi. Masyarakat Malaysia menantikan hasil akhir yang diharapkan mampu mengungkap kebenaran di balik tragedi menyedihkan ini.

Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com dengan judul Kematian Zara Qairina, Siswa Malaysia Diduga Korban Bullying, Jadi Sorotan Nasional

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *