Partai Gerindra Kehilangan Semangat, Disebut Terlibat dalam Mengelola Dapur MBG di Kota Kupang

banner 468x60

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG-Partai Gerindra Kota Kupang tetap diam dan tidak terlibat dalam pengelolaan dapur pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).

banner 525x280

Seperti penyampaian Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani pada 13 Februari 2025 lalu. Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh kader Gerindra agar mendukung program MBG.

Di NTT, misalnya, kader Gerindra juga terlibat dan menjadi mitra BGN atau sebagai salah satu penyedia MBG untuk sekolah-sekolah. Seperti di Kabupaten Manggarai Barat. Seorang kader Gerindra ikut menjadi mitra MBG.

Namun di Kota Kupang, meskipun banyak pihak menyebutkan adanya keterlibatan kader Gerindra tetapi tidak ada penjelasan lebih lanjut dari DPC Gerindra Kota Kupang.

Nino Sarmento, Ketua Komite Pemenang Pemilu DPC Gerindra Kota Kupang tidak menjawab secara jelas mengenai keterlibatan pihaknya dalam menentukan dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Dapur BGN. Dikelola langsung oleh SPPI Ahli Gizi, akuntan dan 47 tenaga kerja yang semuanya berada di bawah kendali Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional,” katanya dalam aplikasi percakapan, Rabu (23/7/2025).

Ia tidak merespons ketika ditanya mengenai kemungkinan instruksi khusus DPP Gerindra agar Gerindra di seluruh daerah ikut mengawasi pelaksanaan MBG. Demikian pula tugas 47 tenaga kerja yang ia sebutkan. Nino tidak memberikan penjelasan.

“Yang mengatur tugas tenaga kerja adalah SPPI yang dibantu oleh ahli gizi dan akuntan,” katanya.

Ketua DPD Gerindra NTT Esthon Foenay tidak menjawab pertanyaan yang disampaikan. Pesan singkat yang dikirim tidak direspon meski sudah dibaca.

Dari data halaman Badan Gizi Nasional (BGN) yang diakses, Selasa (22/7/2025), tercatat 14 SPPG yang terdaftar. Sebarannya ada di enam Kecamatan yang ada di Kota Kupang.

Dari belasan SPPG tersebut, terdapat beberapa Yayasan yang menaungi masing-masing SPPG. Satu Yayasan dapat menaungi maksimal 10 SPPG dengan penyebaran yang bisa berbeda daerah.

Dari halaman BGN, berikut daftar SPPG yang terdaftar:

1. SPPG Alak

2. SPPG Fatufeto

3. SPPG Pasir Panjang

4. SPPG Fatukoa

5. SPPG Namosain

6. SPPG Oebobo 2

7. SPPG Oebobo 3

8. SPPG Oebobo 4

9. SPPG Oepura

10. SPPG Oesapa Barat

11. SPPG Kelapa Lima 1

12. SPPG Maulafa

13. SPPG Oebobo 1

14. SPPG Kelapa Lima 2.

Meskipun terdaftar, tidak ada alamat yang lebih rinci mengenai alamat dan Yayasan yang mengelola SPPG tersebut.

Sebagai informasi, dua hari terakhir ratusan siswa di sejumlah sekolah mengalami keracunan yang diduga kuat berasal dari menu yang disiapkan oleh MBG.

Ahli dari Badan Gizi Nasional, Florencio Mario Vieira, enggan memberikan komentar mengenai kejadian ini. Mario telah dihubungi sejak Selasa (22/7/2025), yaitu saat ratusan siswa SMPN 8 Kupang diduga mengalami keracunan. Pesan dan panggilan seluler tidak direspons.

Program MBG menjadi salah satu andalan Presiden Prabowo Subianto dan Wakilnya Gibran Rakabuming Raka. Tahun ini Pemerintah menyiapkan setidaknya Rp 171 triliun dan diklaim terus meningkat setiap tahun.(fan)

Berita Lainnya diBerita Google

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *