Dua tersangka pembunuhan redaktur pelaksana (pemred) media online Aditya Warman (48) di Pangkalpinang, Bangka Belitung akhirnya berhasil ditangkap.
Kematian Aditya Warman terungkap setelah tubuhnya ditemukan di dalam sumur kebun miliknya di Dealova, Kelurahan Air Kepala Tujuh, Kota Pangkalpinang, Jumat (8/8/2025).
Aditya Warman diketahui tewas dibunuh oleh dua individu, yaitu Hasan Basri dan Martin.
Tersangka Martin yang lebih dulu ditangkap oleh aparat kepolisian di Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan bersama barang bukti kendaraan, Minggu (10/8/2025).
Sementara itu, pelaku utama bernama Hasan Basri ditangkap di Palembang, Sumatera Selatan, pada Senin (11/8/2025).
Hanya Martin yang merupakan teman Hasan Basri dan tidak mengenal korban.
Kepala Reskrimum Polda Babel, Kombes Pol M. Rivai Arvan, membenarkan penangkapan dua tersangka terkait pembunuhan pemred media online tersebut.
Namun, Kombes Pol Rivai belum mengungkap motif pembunuhan dan pencurian karena masih dalam proses penyelidikan.
“Masih ada waktu 24 jam untuk penangkapan, mengenai motif atau latar belakang pelaku yang diduga membunuh korban, kita masih melakukan pemeriksaan dan akan melakukan penahanan secara resmi,” katanya, Selasa, dikutip dari BangkaPos.com.
Istri korban, Novi Sriati Ningsih, mengungkapkan bahwa Hasan Basri bukan berasal dari keluarga atau kerabat.
Ternyata Aditya Warman baru mengenal Hasan Basri dua bulan lalu di sebuah toko kue di Pangkalpinang.
Hasan lahir di Desa Ruos, Kecamatan Buay Rawan, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan.
Hasan yang sedang bekerja di luar kota mendengar percakapan dari korban yang sedang mencari tukang kebun dan menawarkan diri untuk bekerja di kebun milik korban.
“Jika hubungan dia (Hasan) dengan Bapak baik-baik, ia tidak membawa pakaian apa pun, semua yang digunakannya adalah pakaian Bapak dan langsung dibawa ke kebun sebelum kejadian,” katanya.
Selama bekerja di perkebunan, korban memenuhi segala kebutuhan pelaku, bahkan saat sedang sakit.
Pada saat itu Hasan sedang sakit, pagi hari Hasan diberi obat dan obat tersebut baru diminum satu sebelum dia membunuh suami saya. Kami memberikannya semua, makanan ditanggung dan tidak ada masalah antara korban dan pelaku,” lanjutnya.
Setelah tersangka ditangkap, pihak keluarga meminta aparat kepolisian memberikan hukuman yang sesuai dengan perbuatannya.
“Kami juga tidak menyangka tersangka berani mengakhiri nyawa korban hingga meninggal,” tambahnya.
Aditya Korban Pembunuhan
Sebelumnya, Kombes Pol M. Rivai Arvan mengungkapkan hasil penyelidikan menunjukkan bahwa Aditya Warman menjadi korban pembunuhan dan pencurian.
“Mengapa disebut pencurian dengan kekerasan, karena awalnya korban kehilangan atau belum mengetahui. Sementara mobil sudah hilang, sehingga dugaan sementara mobil tersebut dibawa oleh pelaku,” jelasnya.
Perkara ini terungkap setelah kendaraan korban diketahui melintasi ke Sumatra Selatan.
Jarak antara tempat kejadian perkara dan lokasi di mana mobil korban ditemukan sekitar 500–600 kilometer.
Dari sana kami berkoordinasi dengan Polda Sumsel hingga ke Polres dan Polsek, akhirnya mobil tersebut dapat diidentifikasi dan ditemukan oleh pihak Polsek serta mengamankan orang yang mengemudikan mobil tersebut.
“Dari sana diketahui bahwa saksi yang melihat di pelabuhan saat dia menyeberang adalah orang yang sama,” tambahnya.
()
Artikel ini telah diterbitkan di Tribunnews.com dengan judulKesaksian Keluarga Pemimpin Redaksi Media Online di Babel, Mengenal Pelaku Selama 2 Bulan dan Dijadikan Tukang Kebun













