17 Jenazah Santri Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Sudah Teridentifikasi, Apakah Keluarga Anda?

Berita64 Dilihat
banner 468x60

 

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Timur Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, sebelum menyampaikan perkembangan terkini, pihaknya lebih dahulu menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam terhadap musibah yang menimpa para santri di Pondok Pesantren Al-Khoziny.

 

banner 336x280
“Biarkan kami menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada para korban. Polda Jawa Timur bersama seluruh jajaran terus berupaya seoptimal mungkin dalam proses identifikasi jenazah, dengan tetap menghormati martabat para korban,” kata Kombes Pol Jules Abraham Abast, Rabu 8 Oktober 2025.

   

Kepala Bidang Humas Polda Jatim mengungkapkan, penanganan jenazah dilakukan melalui Operasi DVI yang melibatkan Departemen Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Timur, Pusdokkes Polri, tim Inafis, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, serta para pakar dari Persatuan Dokter Forensik Indonesia (PDFI).

Tim DVI Siang Malam

Tim DVI bekerja tanpa henti selama 24 jam penuh sejak hari pertama peristiwa, dengan menempatkan ketelitian, kecepatan, dan rasa hormat terhadap para korban sebagai prioritas utama.

 

“Tim bekerja dengan seakurat dan secepat mungkin, tetapi tetap penuh kehati-hatian serta menghormati jenazah,” tambahnya.

 

Sersan yang memiliki tiga bintang di bahunya juga mengajak seluruh warga untuk berdoa agar semua jenazah yang masih ada segera dapat diidentifikasi dan keluarga korban diberi kekuatan.

   

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga korban, para relawan, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan selama proses berlangsung, termasuk media yang tetap memberikan informasi mengenai perkembangan sejak hari pertama.

 

“Semoga semua korban segera dapat diidentifikasi dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta kesabaran. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses kemanusiaan ini,” tambahnya.

Hasil Pengenalan DVI Polda Jatim

Pada kesempatan yang sama, Kabiddokkes Polda Jawa Timur Kombes Pol Dr. dr. M. Khusnan Marzuki menyampaikan hasil terbaru dari identifikasi yang dilakukan oleh tim DVI.

 

“Hari ini, Selasa, 7 Oktober 2025, tim DVI Polda Jawa Timur berhasil melakukan identifikasi terhadap 18 kantong jenazah, yang terdiri dari 17 jenazah dan 1 bagian tubuh,” kata Kombes Pol Khusnan.

 

Dari 18 kantong jenazah, sebanyak 17 telah diidentifikasi sesuai dengan data Ante Mortem menggunakan berbagai cara, termasuk pemeriksaan DNA, medis, gigi, sidik jari, serta barang atau properti milik korban.

 

Berikut beberapa nama para korban yang telah berhasil diidentifikasi:
  1. Mohammad Anas Fahmi (15), berasal dari Bangkalan.
  2. Muhammad Reza Syfai Akbar (14), berasal dari Surabaya.
  3. Afifuddin Zarkasi (13), berasal dari Surabaya.
  4. Moh. Rizki Maulana Saputra (16), berasal dari Sidoarjo.
  5. Moh. Ubaidillah (17), berasal dari Bangkalan.
  6. Virgiawan Narendra Sugiarto (16), berasal dari Lamongan.
  7. Moch Ali Sirojuddin (13), berasal dari Surabaya.
  8. Muhammad Azam Habibi (14), berasal dari Surabaya.
  9. M. Maulidy Hasany Kamil (16), berasal dari Bangkalan.
  10. Ach Fathoni Abil Falaf (17), berasal dari Bangkalan.
  11. M. Azam Alby Alfa Himam (17), berasal dari Bangkalan.
  12. Khoirul Mutaqin (18), berasal dari Kediri.
  13. Farhan (17), asal Surabaya.
  14. Syafiuddin (15), asal Sampang.
  15. Achmad Ghiffary Haekal Nur (17), berasal dari Gresik.
  16. Muhammad Ubay Dillah (15), berasal dari Kalimantan Barat.
  17. Achmad Alby Fahri (13), berasal dari Surabaya.
Berdasarkan identifikasi terbaru, sebanyak 34 jenazah korban telah berhasil dikenali dari 67 kantong jenazah yang diterima oleh tim DVI Polda Jatim.

 

“Proses operasi DVI terus berlangsung dengan melakukan pengembangan data Ante Mortem (AM) dan Post Mortem (PM). Kami berkomitmen menyelesaikan proses ini hingga semua korban dapat diidentifikasi,” tutupnya. ***
banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *