Bandung Dikepung Banjir, Dedi Mulyadi Siap Ubah Tata Ruang

Berita0 Dilihat
banner 468x60
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan bahwa penanggulangan banjir di Kabupaten Bandung selanjutnya tidak dapat dilakukan secara sebagian.
Pengelolaan harus dilakukan dengan perubahan tata ruang dan lingkungan secara menyeluruh.
Dedi menyebutkan tiga langkah strategis yang akan menjadi perhatian pemerintah provinsi dalam mengatasi banjir tahunan di kawasan tersebut.
“Langkah pertama ialah memulihkan tata ruang daerah hulu dengan meningkatkan jumlah ruang terbuka hijau,” ujarnya pada Jumat (5/12/2025).
Menurutnya, langkah ini pasti memicu respons dari berbagai pihak yang telah lama menikmati penggunaan lahan di wilayah hulu.
“Tetapi hal ini perlu dilakukan. Tata ruangnya harus dipulihkan agar fungsi ekologisnya kembali berjalan,” katanya.
Langkah kedua yaitu menghentikan peralihan fungsi lahan, khususnya perubahan dari kebun teh dan kawasan hutan menjadi areal pertanian sayuran seperti kentang serta komoditas lainnya. Kegiatan ini telah menyebabkan peningkatan sedimentasi yang masuk ke Sungai Citarum.
“Perkebunan yang telah berubah harus dikembalikan menjadi perkebunan teh atau tanaman keras lainnya yang tidak meningkatkan penumpukan sedimen,” tegasnya.
Tindakan ketiga yaitu membangun bendungan di Kertasari sebagai bagian dari pengelolaan air dari daerah hulu. Ketiga langkah tersebut akan dilakukan bersamaan, dan keberhasilannya memerlukan dukungan dari berbagai pihak.
“Saya mengharapkan seluruh pihak tidak hanya bersuara saat terjadi banjir. Mari bersama-sama menangani akarnya,” ujarnya.
Selain itu, Dedi menyoroti kebijakan pemberian izin pembangunan perumahan yang mengakibatkan pengurukan daerah aliran sungai (DAS) serta rawa-rawa. Ia menekankan bahwa kebijakan tersebut perlu dihentikan dan dievaluasi kembali.
Oleh karena itu, ia mengajak Kabupaten Bandung dan Kota Bandung bekerja sama dalam merancang ulang tata ruang, termasuk memulihkan danau kecil serta cekungan alami yang kini telah berubah menjadi permukiman dan area bisnis.
“Penanggulangan banjir tidak boleh hanya berfokus pada daerah hulu. Kita perlu berani memulihkan fungsi-fungsi alami. Jika tidak, banjir akan terjadi kembali setiap tahun,” katanya.
banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *