Dua Pria Bawa Narkoba Melalui Pelabuhan Tanjungpandan

Kriminal32 Dilihat

TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS – Tim Satres Narkoba Polres Belitung kembali menemukan kasus penyalahgunaan narkotika berupa sabu. Kali ini, dua tersangka laki-laki dengan inisial ISN dan TKS ditangkap di wilayah Pelabuhan Pelindo Tanjungpandan pada hari Kamis (9/10).

Keduanya tertangkap membawa sabu seberat 11,65 gram dari Jakarta yang disembunyikan di dalam truk pengangkut buah dan sayur. “Berdasarkan pengakuan tersangka, barang bukti ini dibeli langsung dari suatu lokasi di Jakarta. Selanjutnya dibawa menggunakan truk pengangkut buah dan sayuran,” kata Kasatres Narkoba Polres Belitung AKP Martuani Manik, Selasa (14/10).

Martuani Manik mengungkapkan, kedua tersangka saling kenal dan bersama-sama membeli narkotika jenis sabu di Jakarta. Selanjutnya, mereka membawa 11,65 gram sabu tersebut dengan menggunakan truk yang dikemudikan tersangka ISN.

Secara kebetulan, ISN bekerja sebagai supir truk pengangkut barang dari Jakarta ke Belitung. “Tersangka utama yang membeli narkoba adalah TKS, tetapi menggunakan uang milik ISN juga. Jadi mereka berbagi biaya,” ujar Martuani Manik.

Setelah menerima laporan dari warga, Satres Narkoba segera bertindak menuju pelabuhan Pelindo Tanjungpandan. Pada awalnya, tersangka TKS mencoba berpindah ke kendaraan lain agar bisa menghindari pengawasan polisi.

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, akhirnya ditemukan barang bukti di dalam truk dengan nomor polisi BN 8038 WX. “Sabu-sabu tersebut tergantung dalam kantong plastik antara kepala dan bak truk. Setelah kami buka, ternyata ada sabu seberat 11,65 gram bruto,” katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, keduanya telah sekali berhasil menyebarkan narkotika jenis sabu di wilayah Belitung. “Yang pertama terjadi pada 1 Oktober, jumlahnya lebih sedikit dibandingkan yang kedua ini. Mungkin karena berhasil, mereka kembali membeli yang kedua namun berhasil kami gagalkan,” kata Martuani Manik.

Menurutnya, kedua tersangka menyebarkan sabu tanpa melibatkan pihak ketiga. “Setelah dikemas, sabu ini ditempatkan di suatu lokasi, difoto, lalu dikirim ke pembeli. Jadi tidak ada tangan kedua lagi, keduanya yang melakukan pekerjaan tersebut,” katanya. (dol)