BANGKALAN, – Personel Brigade Mobil (Brimob) diterjunkan untuk menjaga proses penangkapan kepala desa (kades) di Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.
Kepala desa tersebut diduga terlibat dalam tindakan ilegal berupa pencucian uang (TPPU) dan narkoba.
Kapolres Bangkalan, AKBP Hendro Sukmono menyampaikan bahwa pihaknya hanya melakukan pengawalan terhadap adanya tindakan paksa yang dilakukan oleh Ditresnarkoba Polda Jatim terhadap sasaran operasi (TO) di wilayah Kecamatan Kokop tersebut.
“Kami Polres Bangkalan bekerja sama dengan Sat Brimob Polda Jatim dan Ditsamapta sekitar 400 personel melaksanakan pem-back-up-kegiatan upaya paksa yang dilakukan oleh Ditresnarkoba Polda Jatim di Kokop,” katanya, Kamis (2/10/2025).
Hendro menyebutkan, pihak yang menjadi target adalah seorang pria dengan inisial M yang diduga merupakan salah satu kepala desa di Kecamatan Kokop.
Dikira, M telah dipanggil oleh polisi sebanyak dua kali tetapi tidak datang.
“TO yang berinisial M sudah dipanggil dua kali namun tidak hadir atau tidak mematuhi panggilan tersebut. Berdasarkan Pasal 112 Ayat 2 KUHAP, penyidik mengeluarkan surat perintah untuk membawa dan sekaligus melakukan penggeledahan serta penyitaan aset miliknya,” ujarnya.
“Mengenai tindak pidana pencucian uang yang berawal dari tindak pidana utamanya adalah narkoba,” kata Hendro.
Penggeledahan dan penyitaan terhadap aset M tersebut dilakukan di lima titik, yakni di Kecamatan Kokop, Kelurahan Demangan, Kelurahan Pejagan, Kelurahan Mlajah dan di salah satu perumahan mewah di Jalan Halim Perdana Kusuma, Kecamatan Burneh.
“Untuk detailnya nanti akan dirilis oleh Polda,” kata dia.
Di sisi lain, salah satu Ketua Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Mlajah, Muhlis menyampaikan bahwa rumah yang menjadi objek penyitaan diduga dimiliki oleh Muzammil, Kepala Desa Lembung Gunung. Bangunan tersebut dibuat sebagai tempat kos dan saat ini mulai disewakan.
“Ini rumah milik Kades Lembung, Muzammil. Di sini sekitar setahun lebih. Awalnya saya tidak mengetahui ada penyitaan, baru tahu kemarin sore dari Polres,” katanya.













