–Berikut informasi prakiraan cuaca Sulawesi Utara (Sulut) hari ini, Minggu 17 Agustus 2025.
Data ini berdasarkan informasi cuaca Sulut yang dikutip dari situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Sulut adalah salah satu provinsi yang terletak di ujung utara Pulau Sulawesi, Indonesia yang memiliki 11 kabupaten dan 4 kota dengan ibukota di Kota Manado dengan 1.664 desa atau kelurahan.
Sulut memiliki kepulauan dengan jumlah pulau sebanyak 287 pulau dengan 59 di antaranya berpenghuni.
Sulawesi Utara dibagi menjadi dua zona, yaitu zona selatan yang berupa dataran rendah dan dataran tinggi serta zona utara yang meliputi kepulauan.
Zona ekonomi eksklusif Sulawesi Utara mencapai 190.000 km2 dengan garis pantai sepanjang 2.395,99 km dan luas hutan mencapai 701.885 hektar.
Kembali ke cuaca, lihat informasi lengkap prakiraan cuaca Sulawesi Utara di bawah ini yang dikutip hari ini Minggu (17/8/2025) sekitar pukul 06.25 WITA.
Berikut prakiraan cuaca di 15 kabupaten kota di Sulawesi Utara, Minggu, 17 Agustus 2025
Kabupaten Bolaang Mongondow: hujan ringan
Kabupaten Minahasa: hujan ringan
Kabupaten Sangihe: berawan
Kabupaten Talaud: cerah berawan
Kabupaten Minahasa Selatan: hujan ringan
Kabupaten Minahasa Utara: hujan ringan
Kabupaten Minahasa Tenggara: hujan ringan
Kabupaten Bolaang Mongondow Utara: hujan ringan
Kepulauan Sitaro: hujan ringan
Kabupaten Bolaang Mongondow Timur: hujan ringan
Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan: hujan ringan
Manado: hujan ringan
Bitung: berawan
Tomohon: hujan ringan
Kotamobagu: hujan ringan
Definisi prakiraan cuaca
Prakiraan cuaca adalah penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memperkirakan kondisi atmosfer di waktu yang akan datang dan di wilayah tertentu.
Saat ini, prakiraan cuaca dilakukan dengan mengumpulkan data mengenai keadaan atmosfer dengan menggunakan ilmu pengetahuan tentang proses-proses yang terjadi di atmosfer.
Langkah-langkah memprediksi cuaca
Sebelum menyebarkan informasi mengenai prakiraan cuaca melalui media massa, ada beberapa proses yang harus dilalui. Di antaranya:
Pengumpulan data
Dalam proses pengumpulan data, para ahli mengamati tekanan atmosfer, suhu, kecepatan angin, kelembaban, dan curah hujan di permukaan bumi.
Pengukuran suhu, kelembapan, dan angin di atas permukaan bumi dilakukan dengan melemparkan radiosonde (balon cuaca). Biasanya data-data tersebut diperoleh dari permukaan bumi hingga stratosfer, sekitar 30.000 m.
Asimilasi data
Dalam proses asimilasi data, informasi yang diperoleh dari pengamatan disesuaikan dengan suatu model prediksi numerik untuk membuat analisis meteorologi.
Peramalan cuaca numerik
Model peramalan cuaca numerik adalah kondisi atmosfer yang disimulasikan oleh komputer. Model tersebut menjadi dasar dari peramalan cuaca.
Hasil model pemrosesan
Dalam proses ini, para ahli menginterpretasikan data menjadi prakiraan cuaca yang dapat dipahami oleh masyarakat.
Penyampaian prakiraan cuaca kepada masyarakat
Tahap akhir dari proses prakiraan cuaca ini merupakan tahap yang paling penting.
Para ahli cuaca harus mampu menyampaikan informasi prakiraan cuaca dengan cara yang dapat dipahami oleh masyarakat.
Prakiraan cuaca sangat bermanfaat bagi manusia. Misalnya, manusia dapat merencanakan kegiatan atau perjalanan dengan mengandalkan prakiraan cuaca.
Prakiraan cuaca juga bisa menyelamatkan manusia dari bencana alam.
Selain itu, manfaat prakiraan cuaca juga dirasakan dalam aspek lain, seperti transportasi udara, laut, pertanian, perusahaan listrik, gas, dan sebagainya.
(/Ind)
Baca Berita Lainnya di:Berita Google
IkutiSaluran WhatsApp Tribun Manado,Trheads Tribun ManadodanBerita Google Tribun Manadountuk pembaruan lebih lanjut mengenai berita populer lainnya.













