– Kisah Abdul Rahman yang menyelamatkan penumpang Kapal KM Barcelona V di Perairan Talise, Minut, Sulawesi Utara (Sulut), berbuah berkah.
Pria yang dipanggil Mamay itu mendapatkan hadiah Umrah dari dai nasional, Ustaz Muhammad Fakhrurrazi Anshar.
Melalui akun Instagramnya, dai nasional Ustaz Muhammad Fakhrurrazi Anshar mengumumkan akan mengajak Mamay (panggilan akrab Abdur Rahman Agu) berumrah pada Agustus 2025.
Ustadz Muhammad Fakhrurrazi Anshar mengaku terharu atas perjuangan Mamay menyelamatkan seorang anak dalam kejadian kebakaran kapal tersebut.
KESEMPATAN UMRAH DARI KAMI UNTUK BAPAK INI.
Dengan menyebut nama Allah, kami memohon bantuan untuk mencari orang ini. Kami sangat terharu dengan perjuangan dan rasa pedulinya. Mohon jika ada yang tahu nomor WhatsAppnya, segera beri tahu. Insya Allah kami akan mengirimkannya untuk melakukan umrah bersama kami pada bulan Agustus. Semoga Allah meridhai dan memberikan kemudahan. Dan semoga hadiah ini dapat mengapresiasi usahanya menyelamatkan nyawa anak tersebut.
Dengan izin Allah, kami akan berangkat tanggal 27 Agustus 2025 bersama jamaah kami yang lain di travel @amanahkhidmahtravel . Silakan bantu sebarkan video ini agar sampai kepada yang bersangkutan. Barokallahu Fiikum,” tulisnya, Selasa (22/7/2025).
Mengetahui hal itu, Mamay menyampaikan bahwa dirinya merasa terharu dan berterima kasih atas perhatian dari sang ustaz.
Mengenai hadiah itu, Mamay justru ingin ibunya yang diberangkatkan Umrah.
“Saya minta hanya ibu saya yang diberangkatkan,” katanya dalam Podcast Tribunmanado.com, Rabu (23/7/2025) di studio Podcast kantor Tribun Manado.
Kerendahan hati ini membawa berkah.
Justru dia diminta mengurus tiga paspor.
“Jadi saya bisa diberangkatkan, istri dan ibu,” katanya.
Untuk diketahui, Abdul Rahman Agu viral karena aksi heroiknya menyelamatkan seorang anak dalam peristiwa kebakaran Kapal KM Barcelona di perairan sekitar Talise, Kabupaten Minut, Provinsi Sulut, Minggu (20/7/2025).
Tindakan Mamay yang menyiarkan langsung peristiwa tersebut melalui FB juga secara tidak langsung telah menyelamatkan ratusan nyawa penumpang.
Siaran langsung memungkinkan pihak terkait mengambil tindakan cepat dengan melakukan tindakan penyelamatan.
Pengamatan Tribunmanado.com, Mamay tiba di rumahnya di Kelurahan Ternate Baru, Kecamatan Singkil, Manado, langsung disambut oleh warga.
Makanan langsung disajikan dan ia memakannya dengan lahap.
Tampak Mamay lelah.
Tapi dia menjawab pertanyaan dengan sopan.
Meski lelah, ia menjawab permintaan wawancara singkat dengan Tribunmanado.co.id.
Mamay sejatinya tidak ingin menjadi pahlawan.
Ia hanya melakukan apa yang wajib dilakukan setiap manusia saat melihat sesamanya dalam bahaya.
Meskipun dia sendiri menghadapi bahaya.
Pada saat itu ada seorang ibu yang mengaku sudah tidak mampu memegang anaknya di lautan, ia meminta
“Silakan bawa dia ke saya, dan saya langsung membantu anak itu dengan memegangnya,” katanya.
Bukan hanya memberikan dukungan fisik.
Mamay juga memberi dukungan jiwa.
Melihat anak itu sudah agak lemah, Mamay memperkuat si anak.
Dia memberi semangat agar anak itu kuat.
Melihat anak itu menangis, ia tersenyum.
Kebetulan saat itu, dia membawa ponsel.
Secara naluri dia melakukan live.
Maksudnya agar peristiwa itu diketahui secara luas dan bantuan segera datang.
Mamay bercerita, ponsel itu pernah jatuh ke laut.
“Tapi anehnya tidak rusak,” katanya.
Seperti yang diketahui, kapal KM Barcelona VA terbakar di perairan Talise pada hari Minggu (20/7/2025).
Dalam insiden ini ratusan penumpang berhasil selamat, namun terdapat tiga penumpang yang meninggal dunia.(*)
Artikel telah tayang diTribun Sumsel













