7 Kota Bersatu di Solo Raya Great Sale, Kadin Jateng: Ahmad Luthfi Bapak Inisiator Aglomerasi

Forum Kota164 Dilihat
banner 468x60

SIARAN PERS JABAR– Gubernur Tengah Ahmad Luthfu mendapat julukan baru sebagai Bapak inisiator agolemarasi seiring dengan pencapaian kesuksesan dalam gelaran Soloraya Great Sale (SGS) 2025.

Karena, melalui acara yang melibatkan kebersamaan 7 kabupaten/kota di Jawa Tengah ini diklaim mampu menumbuhkan perekonomian baru dengan meningkatkan nilai transaksi mencapai Rp10,7 triliun dalam sebulan.

banner 525x280

“Tidak berlebihan jika kami menyebut Gubernur Jawa Tengah sebagai Bapak Inisiator Aglomerasi,” kata Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surakarta Ferry S Indiarto saat acara Closing Ceremony SGS 2025 di De Tjolomadoe, Kabupaten Karanganyar, Minggu, 3 Agustus 2025.

Karena menurutnya, di tengah dinamika daerah yang sering berjalan sendiri-sendiri, Gubernur Ahmad Luthfi mampu mendorong dan memotivasi untuk bekerja sama demi pengembangan perekonomian di wilayah tersebut.

Ferry menjelaskan, SGS 2025 merupakan salah satu contoh laboratorium untuk pengembangan aglomerasi perekonomian. Dari sebelumnya Solo Great Sale, Gubernur Ahmad Luthfi mengarahkan agar dikembangkan menjadi Soloraya Great Sale yang mencakup tujuh kabupaten/kota di eks karesidenan Surakarta. Sebagaimana program prioritas Gubernur Jawa Tengah yaitu membangun kerja sama lintas daerah atau aglomerasi.

“SGS 2025 mengangkat tiga sektor yaituperdagangan,pariwisata, daninvestasi. Ketikaacara“ini dilakukan secara aglomerasi, ternyata menghasilkan cara kerja baru dan perspektif baru, serta menciptakan skala perekonomian yang lebih besar,” jelasnya.

Hal itu dibuktikan dengan pencapaian SGS 2025 yang mencakup lebih dari 27 ribu tenant ikut serta dan menjangkau lebih dari 182 ribu pelanggan. Frekuensi transaksi selama periode 1-31 Juli tercatat sebanyak 5,4 juta dengan nilai transaksi sebesar Rp10,7 triliun.

Jumlah transaksi UMKM sekitar 232 ribu dengan nilai total Rp222 miliar, transaksi di pasar tradisional sekitar 281 ribu dengan nilai total Rp350 miliar. Selain itu juga terdapat transaksi menggunakan QRIS senilai total sekitar Rp3,7 triliun.

“Kami yakin, aglomerasi yang sistematis adalah instrumen pemerintah untuk memastikan dan memaksimalkan potensi wilayah eks karesidenan secara utuh tanpa ada daerah tertinggal,” kata Ferry yang juga merupakan ketua panitia SGS 2025 ini.

Pembangunan Daerah Jangan Jadi Pertunjukan Satu Orang

Wali Kota Surakarta Respati Ardi juga menganggap julukan Bapak Inisiator Aglomerasi itu pantas diberikan. Di mana Gubernur mampu mengondisikan para kepala daerah.

“Kelompok-kelompok kerja juga sudah dibentuk, salah satunya di Solo Raya,” katanya.

Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, aglomerasi merupakan langkah untuk menghilangkan ego sektoral ataupertunjukan satu orangKarena itu, membangun daerah tersebut memerlukan semangat kebersamaan. Tidak mungkin satu daerah berjalan sendiri. Perlu adanya koneksi dengan daerah sekitarnya.

“Dalam mengembangkan ekonomi baru tidak bisa dilakukan sendiri, maka 7 kabupaten/kota di Soloraya kita jadikan satu dalam Soloraya Great Sale 2025. Ini akan menjadi contoh teladan dan akan terus kami kembangkan ke Pati Raya, Pekalongan Raya, Semarang Raya, dan eks karesidenan lain di Jawa Tengah,” katanya.

Replikasi SGS 2025 di lima bekas karesidenan lain di Jawa Tengah tersebut, secara tidak langsung akan membuat perputaran ekonomi menjadi merata.***

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *