Kapolresta Cirebon Ajak Santri Jauhi Korupsi dan Narkoba

Berita52 Dilihat
banner 468x60

– Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, mengajak para santri agar menjauhi tindakan korupsi dan penggunaan narkoba. Ajakan ini disampaikan saat ia memberikan ceramah Kamtibmas di Pesantren Bina Insan Mulia, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, beberapa waktu lalu.

Berdasarkan pendapat Sumarni, kegiatan ini merupakan bagian dari langkah Polresta Cirebon dalam mempererat hubungan dengan masyarakat, khususnya para santri dan pelajar, guna menghasilkan generasi muda yang cerdas, berintegritas, serta terbebas dari narkoba.

banner 336x280

“Menjadi seseorang yang hebat dan sukses tidak cukup hanya berbekal kecerdasan intelektual (IQ). Santri juga perlu memiliki kecerdasan emosional yang meliputi etika, tata cara, kesopanan, serta kecerdasan spiritual melalui keyakinan dan ketakwaan,” katanya.

Ia menekankan, generasi muda perlu waspada terhadap tindakan yang bisa memicu awal munculnya korupsi, seperti mencontek atau membenarkan segala cara. Selain itu, ancaman penggunaan narkoba juga harus dihindari.

“Jangan pernah mencoba narkoba. Berkembangnya teknologi membuat setiap orang memiliki ponsel, tetapi jangan disalahgunakan. Manfaatkan fasilitas sekolah untuk hal-hal yang baik, seperti mencari ilmu dan informasi berguna,” ujar Sumarni.

Pada kesempatan yang sama, Dandim 0620/Kabupaten Cirebon Letkol Inf Mukhamad Yusron mengingatkan agar para santri menjadi individu yang bertanggung jawab dan tidak mudah terpengaruh.

“Saat ini masih banyak aksi demonstrasi yang dimanipulasi oleh pihak tertentu. Saya yakin para santri mampu membedakan yang benar dan yang salah. Ingat, tugas TNI tidak hanya bertempur, tetapi juga membantu pemerintah dalam membangun bangsa,” katanya.

Di sisi lain, Plt Kepala Kementerian Agama Kabupaten Cirebon H. Selamet juga memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. Ia menekankan betapa pentingnya keseimbangan antara pengetahuan umum dan pendidikan akhlak.

“Santri beruntung karena tidak hanya memperoleh ilmu umum, tetapi juga pendidikan agama. Jika ilmu dan akhlak seimbang, saya percaya Indonesia akan terbebas dari korupsi,” ujarnya.***

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *