Ringkasan Berita:
- Anak akhirnya memeluk ayahnya, meskipun terhalang kunci sel.
- Aipda Handoko Berani Mengizinkan Anak Bertemu Ayahnya yang Sedang Ditahan.
- Anak itu tiba bersama ibunya di Polsek Sekernan menjelang maghrib.
Sudah menjadi nasib Aipda Handoko setelah video yang viral tersebut direkam oleh Aipda Handoko di Polsek Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi.
Pada masa itu, Aipda Handoko berani membantu anak untuk bertemu dengan ayahnya yang sedang ditahan.
Meskipun jam kunjungan tahanan pada saat itu telah berakhir.
Anak itu tiba bersama ibunya di Polsek Sekernan menjelang waktu maghrib.
Kini, Aipda Handoko menerima jika dirinya dianggap bersalah setelah mengunggah video tahanan yang memeluk anaknya dari balik jeruji penjara.
Aipda Handoko yang sedang berada di kantor akhirnya memutuskan untuk mengajak keluarga tersebut bertemu. Anak itu akhirnya memeluk ayahnya, meskipun terhalang oleh pagar tahanan.
Hasrat kemanusiaan akhirnya membuat Aipda Handoko dan petugas piket di Polsek Sekernan setuju untuk mengizinkan pria tersebut keluar sel agar bisa berbincang-bincang.
Izin diberikan setelah mempertimbangkan berbagai aspek dan meninjau situasi serta kondisi yang ada.
Bagaimana sebenarnya kisah pelukan yang dipisahkan oleh jeruji besi itu? Berikut wawancara eksklusif Saksi Kata Jurnalis Tribun Jambi, M Yon Rinaldi, dengan Aipda Handoko.
Pak Handoko, bagaimana kisah dari video yang sedang viral itu?
Maka, pada hari Selasa 30 September 2025, menjelang waktu maghrib, seorang ibu bersama tiga anaknya datang untuk berkunjung, tetapi waktu kunjungan telah berakhir.
Saya bertanya, apa yang mereka rencanakan. Ia menjawab, ingin mengunjungi dan berasal dari Penerokan (Kabupaten Batanghari).
Saya kira, jaraknya cukup jauh, sekitar 2,5 jam perjalanan, asalkan tidak macet dan tidak ada hambatan.
Setelah berbicara, saya langsung melaksanakan sholat.
Setelah selesai shalat, saya melihat tahanan tersebut sedang bermain bersama anaknya dari balik pagar besi.
Setelah itu, saya pergi ke kamar saya untuk melanjutkan tugas yang sedang dikerjakan.
Namun, ketika melihat mereka kembali, mereka sedang berbaring dan saling memeluk, tetapi terhalang oleh besi.
Saya merasa kasihan melihat kejadian itu, sehingga saya mengambil inisiatif untuk meminjam kunci agar mereka dapat berjumpa di ruang penyelidikan.
Ruang tempat saya bekerja.
Namun, sebelumnya, semua pintu saya kunci.
Dan mereka berjumpa di ruangan saya.
Setelah itu, saya fokus pada pekerjaan saya yaitu memeriksa saksi dalam kasus yang sedang saya tangani.
Mereka tiba di sore hari, setelah jam kunjungan berakhir. Saat mereka tiba, bagaimana ekspresi wajah mereka?
Saya melihat ada harapan mereka dapat bertemu dengan keluarga yang sedang ditahan.
Apalagi, saat itu saya teringat pesan Kapolri agar menjadi polisi yang berwatak manusiawi.
Bagaimana reaksi rekan kerja Bang Handoko yang bertugas pada saat itu, ketika melihat apa yang Abang lakukan?
Mereka tidak terlalu mempermasalahkan.
Selama dalam tahanan yang aman, tidak ada masalah.
Hal tersebut karena kami juga telah mempertimbangkan dengan matang mengenai keamanan tahanan.
Apa reaksi keluarga setelah bertemu?
Terasa jelas kerinduan mereka seolah sudah lama tidak berjumpa.
Saat menerapkan kebijakan itu, apakah ada rasa khawatir?
Saat itu merupakan reaksi alami. Jika memang hal ini dianggap sebagai masalah, saya bisa mengerti, karena memang ada kesalahan.
Tetapi niatnya memang baik, saya merasa kasihan, perasaan empati saya muncul.
Saya hanya berupaya menjadi seorang polisi yang penuh empati.
Saat mereka berbincang, apa yang kamu rasakan?
Aku merasa rindu mereka, karena aku juga seorang ayah.
Saya mengambil inisiatif untuk memposting hal tersebut, karena menurut saya ini dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat jika ingin melakukan tindakan kriminal.
Di mana bukan hanya mereka yang merasakan dampaknya, tetapi juga bagaimana anak dan istri mereka
Bagaimana keadaan ruang tahanan pada saat itu, apakah ramai?
Saat itu, jumlah tahanan hanya tiga orang, sehingga tidak terlalu banyak.
Ini mendapatkan respon yang baik dari masyarakat. Bagaimana pendapat Abang?
Syukur kepada Tuhan, ya, semoga tindakan yang saya lakukan ini mampu meningkatkan citra kepolisian, serta membuktikan bahwa polisi kini telah berubah menjadi lebih manusiawi.
Setelah itu, apakah mereka pernah kembali berkunjung lagi?
Pernah beberapa kali.
Bagaimana hubungan Abang dengan keluarga tahanan saat ini?
Aku dan mereka kini seperti keluarga.
Karena sebelumnya mereka tidak pernah melakukan hal tersebut.
Apakah pernah melakukan hal ini?
Saya sering melakukan hal ini, terutama ketika ada anak-anak.
Aku, jika menjadi anak-anak, empatiku muncul.
Saya tidak mampu melihat anak dalam keadaan demikian.
Pesan kepada rekan kerja dan masyarakat?
Bagi masyarakat yang berniat melakukan tindakan kriminal, pertimbangkanlah anak-anak dan istri mereka, karena mereka akan mengalami penderitaan.
Terutama anak.
Anak yang masih muda membutuhkan figur ayah sebagai panduan.
Bagi rekan-rekan sejawat, menjadi polisi yang penuh empati dan dekat dengan warga masyarakat.
Momennya Menyedihkan Tahanan Berpelukan Anaknya di Balik Kunci Jeruji
Berikut beberapa variasi parafraze dari kalimat tersebut: 1. Terjadi momen menyedihkan seorang anak laki-laki saat mengunjungi ayahnya yang sedang mendekam di penjara Jambi. 2. Ada momen haru ketika seorang anak laki-laki datang menjenguk ayahnya yang menjadi tahanan di Jambi. 3. Seorang anak laki-laki mengalami perasaan sedih saat berkunjung ke penjara Jambi untuk melihat ayahnya yang menjadi narapidana. 4. Momen mengetuk hati terjadi ketika seorang anak laki-laki datang menjenguk ayahnya yang tengah menjalani hukuman di Jambi. 5. Sebuah momen penuh emosi terjadi saat seorang anak laki-laki mengunjungi ayahnya yang menjadi tahanan di Jambi.
Kejadian menyentuh terjadi di Mapolsek Sekernan, Kabupaten Muarojambi, Jambi.
Peristiwa haru antara ayah dan anak itu diunggah oleh Aipda Handoko, anggota polisi Polsek Sekernan, Jambi melalui akun TikToknya, @handk8787, pada hari Minggu (5/10/2025).
Pahitnya saat bertemu, tahanan tersebut tidak mampu memeluk putranya dengan erat karena terhalang kunci besi.
Terlihat seorang ayah yang sedang ditahan sedang memeluk putranya yang berada di luar sel.
Keduanya tidur berpelukan di atas alas yang sederhana, hanya terhalang oleh pagar besi penjara.
Merasa kasihan, polisi mengizinkan tahanan tersebut keluar sejenak untuk bertemu dengan keluarganya yang kecil.
Aipda M Handoko, anggota Polsek Sekernan yang juga pemilik akun TikTok tersebut, menyatakan bahwa tahanan dengan inisial AF sedang merindukan anak dan istrinya pada malam Selasa (30/9/2025).
Istri AF beserta dua anaknya datang dari jauh, yaitu dari Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari. Mereka tidak bertemu selama lebih dari dua bulan.
“Saya sangat terharu dan kasihan. Saya juga seorang ayah dan tahu bagaimana rasanya merindukan anak,” ujar Handoko melalui panggilan telepon, dikutip dari Kompas.com, Kamis (9/10/2025).
“Untuk sampai ke sini, keluarga membutuhkan perjalanan selama dua jam,” ujar Handoko lagi.
Kedatangan keluarga AF terjadi menjelang waktu shalat maghrib.
Handoko terlebih dahulu melaksanakan sholat, kemudian menyaksikan momen pertemuan antara ayah dan anak yang penuh dengan rindu dari balik pagar besi.
“Kami akhirnya merasa kasihan dan saya meminta izin kepada rekan-rekan piket lainnya, kami sepakat untuk membebaskan tahanan agar bisa bertemu keluarganya di ruangan Reskrim,” ujarnya.
Dengan demikian, mereka bisa menghilangkan rindu tanpa adanya penghalang kunci.
AF adalah tahanan sementara dari Polda Jambi, dimana kasusnya sudah diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Sengeti.
Kantor Polisi Sekernan dipilih sebagai tempat penahanan karena lokasinya yang dekat dengan tempat persidangan.
“Karena dekat maka kami tahan di kantor,” katanya.
Handoko menceritakan keluarga AF merasa bahagia karena diperlakukan dengan baik, karena selama mengunjungi, mereka belum pernah diberi kesempatan untuk bertemu tanpa keterlibatan jeruji.
“Ia merasa bahagia karena bisa membantu, tetapi juga sedih melihat pertemuan keluarga dengan tahanan ini,” katanya.
Handoko mengakui ikut terpengaruh suasana karena dirinya juga seorang ayah.
Ia mengerti perasaan rindu yang dirasakan seorang ayah terhadap anaknya.
Oleh karena itu, dia sering menyajikan video pertemuan tahanan dengan anggota keluarga dan membagikannya di platform media sosial.
“Karena yang merugi bukan hanya diri sendiri, tetapi juga keluarga,” katanya
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com













