BI Sulsel Perkuat Sertifikasi Juru Sembelih Halal di Malino

Berita52 Dilihat
banner 468x60

, MAKASSAR –Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat lingkungan ekonomi syariah di wilayah tersebut dengan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia melalui pelatihan dan sertifikasi Juru Sembelih Halal (Juleha).

Sebagai bagian dari rangkaian Bulan Ekonomi dan Keuangan Syariah (BEKS) 2025, Kantor Perwakilan BI Sulsel menyelenggarakan acara Sosialisasi dan Sertifikasi BNSP Juleha yang berlangsung di seluruh Sulawesi Selatan pada 8–9 Oktober 2025 di Aula Pondok Pesantren Villa Tahfizh Himmatul Qur’an, Malino, Kabupaten Gowa.

banner 336x280

Kegiatan ini dilaksanakan melalui kerja sama antara KPw BI Sulsel, Dinas Peternakan Provinsi Sulawesi Selatan, serta Pesantren Binaan BI Sulsel. Tujuannya adalah meningkatkan kemampuan dan kompetensi sumber daya di bidang halal, khususnya dalam pelaksanaan penyembelihan hewan sesuai dengan prinsip syariah dan standar kesehatan.

Acara dimulai oleh Direktur Pondok Pesantren Villa Tahfizh Himmatul Qur’an Malino, Hadianto, S.H., M.Si, diikuti oleh sambutan dari perwakilan Bank Indonesia Sulsel, Siti Kamilia Albaar.

Kegiatan ini juga mengundang Drh. Wahyu Suhadji, Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi Penyelenggara Produk Halal Indonesia (LSP PPHI), sebagai pembicara utama, serta Wahyu Munandar yang menjadi Instruktur Juleha Nasional.

Lebih dari 30 peserta yang berasal dari 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan mengikuti pelatihan intensif ini.

Pada hari pertama, peserta menerima penjelasan mengenai tugas Juleha dan Penyelia Halal, serta kepentingan Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dalam memastikan kehalalan produk dari hewan yang disembelih.

Bukan hanya mempelajari teori, peserta juga melaksanakan praktik langsung dalam penyembelihan hewan — mulai dari sapi, kambing, hingga ayam — sesuai dengan standar syariah dan kesehatan hewan yang sangat ketat.

Hari kedua diisi dengan ujian kompetensi resmi yang diselenggarakan oleh LSP PPHI, di mana peserta dinilai langsung guna memperoleh sertifikat Juleha yang telah diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan, Siti Kamilia Albaar, menyatakan bahwa sertifikasi ini penting guna memastikan proses pemotongan hewan yang halal di Sulsel dilakukan oleh tenaga ahli yang memiliki kompetensi dan telah mendapatkan sertifikat.

“Melalui sertifikasi ini, kami berharap para Juleha dapat berperan aktif dalam memperkuat ekosistem halal daerah serta membantu perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di Sulawesi Selatan,” katanya.

Seorang peserta dari Kabupaten Bone, Muhammad Iqbal, menyatakan rasa terima kasihnya karena bisa mengikuti kegiatan ini. “Saya banyak memperoleh pengetahuan mengenai cara penyembelihan yang sesuai dengan syariat dan standar kesehatan. Setelah mendapatkan sertifikasi ini, saya siap membantu masyarakat agar produk hasil sembelihan lebih jaminan kehalalannya,” katanya.

Kegiatan ini menunjukkan komitmen Bank Indonesia dalam memperkuat ekonomi syariah yang berlandaskan pesantren dan pelaku usaha halal, serta mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *