Warga Diduga Pemicu Konflik Lurah Medan Timur Kini Dilaporkan ke Polisi

Hukum49 Dilihat
banner 468x60

BERITA DIY– Pada awal minggu ini, dunia online digemparkan oleh video yang menyebar luas tentang seorang lurah di Medan Timur, M. Fadli, yang jatuh ke parit setelah terlibat perdebatan dengan seorang warga.

Kejadian tersebut terjadi di Jalan Madupuro, Kelurahan Perintis, Kecamatan Medan Timur, pada hari Senin, 13 Oktober 2025, dan kini telah dilaporkan ke pihak kepolisian.

banner 336x280

Insiden yang Viral: Kepala Desa Terjatuh ke Parit

Dalam video pendek yang viral di media sosial, tampak M. Fadli, Lurah Perintis, memakai pakaian dinas lengkap sedang berselisih dengan seorang warga bernama Adi. Perdebatan yang awalnya hanya masalah kecil berubah menjadi keributan setelah terjadi dorong-mendorong hingga akhirnya sang lurah terjatuh ke dalam parit yang penuh lumpur hitam.

Beberapa warga yang berada di lokasi langsung mencoba menghentikan pertengkaran keduanya. Namun, video tersebut telah menyebar luas dan memicu berbagai respons dari masyarakat. Banyak netizen merasa kecewa dengan sikap warga yang dinilai tidak menghormati petugas pemerintah, sementara sebagian lainnya berpendapat bahwa cara penanganan lurah di lapangan seharusnya lebih tenang.

Kronologi Perkelahian Dimulai dari Polisi Tidur

Perselisihan terjadi ketika pihak kelurahan bersama petugas melakukan penertiban terhadap “polisi tidur” ilegal yang dibuat dari ban bekas di tengah jalan. Secara umum, “polisi tidur” dikenal sebagai speed bump, yaitu penghalang kecepatan yang biasanya dipasang di jalan permukiman.

Berdasarkan keterangan M. Fadli, tindakan pembongkaran dilakukan karena pemasangan perahu tidur tidak memiliki izin resmi dari pihak kelurahan. Selain itu, bahan yang digunakan dinilai berisiko bagi pengguna jalan.

“Kami menerima laporan dari warga mengenai adanya rintangan jalan berupa ban bekas yang dipasang tanpa izin. Lokasi tersebut juga kotor karena ada tumpukan tanah dan sampah di sekitarnya,” kata Fadli pada 13 Oktober 2025.

Namun, warga bernama Adi yang dianggap sebagai pembuat polisi tidur menolak ketika petugas mencoba membongkar karyanya. Perselisihan tak bisa dihindari hingga akhirnya memicu tindakan dorongan yang menyebabkan kepala desa terjatuh.

Kepala Kelurahan Medan Timur Mengambil Tindakan Hukum

Setelah peristiwa tersebut, M. Fadli mengakui telah memiliki bukti berupa foto dan video terkait kejadian dorongan itu. Ia kemudian memutuskan untuk melaporkannya kepada pihak kepolisian karena merasa dirugikan saat menjalankan tugasnya sebagai lurah.

“Saya memiliki bukti foto dan video yang menunjukkan bahwa saya didorong hingga jatuh ke parit. Saya telah berkoordinasi dengan penyidik di Polsek Medan Timur untuk memberikan keterangan,” kata Fadli.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa tindakan pelaporan dilakukan bukan karena rasa dendam pribadi, tetapi sebagai bentuk upaya memperkuat aturan dan menjaga martabat lembaga pemerintahan di mata masyarakat.

Warga yang mendukung lurah sering kali menimbulkan ketidaknyamanan Warga yang mendukung kepala desa kerap menyebabkan kegaduhan Masyarakat yang mendukung lurah sering kali menciptakan keresahan Warga yang mendukung lurah kerap menimbulkan gangguan Masyarakat yang mendukung kepala desa sering kali membuat kekacauan Warga yang mendukung lurah sering kali mengganggu ketenangan Masyarakat yang mendukung lurah kerap menyebabkan ketidaknyamanan Warga yang mendukung kepala desa sering kali menciptakan kekacauan

Berdasarkan data dari beberapa lurah, Adi sering kali menciptakan ketidaknyamanan di kawasan tersebut. Ia beberapa kali membuat “polisi tidur” tanpa izin dan memasang ban bekas di jalan umum yang mengganggu perjalanan kendaraan.

“Jika berdasarkan laporan masyarakat, memang orangnya sering melakukan hal-hal yang mengganggu. Terkadang menaruh ban di tengah jalan, terkadang juga berkelahi dengan warga lain,” kata Fadli menambahkan.

Di sisi lain, sejumlah penduduk setempat mengakui bahwa meskipun niat Adi baik dalam memperlambat kendaraan yang melintas, metode yang diterapkan dinilai tidak tepat karena berpotensi membahayakan pengemudi lain.

Video Viral dan Tanggapan Masyarakat

Setelah video tersebut menyebar luas di media sosial, banyak netizen memberikan berbagai komentar. Beberapa menganggap tindakan Adi sebagai tindakan tidak sopan terhadap pejabat publik, sementara yang lain menekankan pentingnya pendekatan yang lebih manusiawi dari aparat di lapangan.

Di dalam video yang sedang viral, terlihat M. Fadli berusaha bangun dari parit dengan pakaian dinas yang kotor dan basah. Ekspresinya terlihat mengendalikan perasaan, namun ia masih berusaha memperbaiki suasana di tempat kejadian.

Peristiwa tersebut segera menjadi topik pembicaraan hangat di media sosial. Tagar #LurahPerintis sempat menjadi trending di platform X (Twitter) dan Facebook, dengan ribuan komentar yang mengangkat hubungan antara aparat dan masyarakat.

Petugas Kepolisian Menangani Perkara, Warga Menghadapi Ancaman Hukuman

Setelah kejadian tersebut, Lurah M. Fadli secara resmi melaporkan Adi ke Polsek Medan Timur dengan dugaan tindakan penganiayaan ringan dan menghalangi tugas aparat negara. Laporan tersebut kini sedang dalam proses penyelidikan.

“Kami sedang menangani laporan dari pihak kelurahan. Bukti video dan saksi-saksi telah kami kumpulkan guna memastikan urutan kejadian,” kata seorang petugas Polsek Medan Timur.

Selain itu, pihak kepolisian juga rencananya akan memanggil kedua belah pihak untuk melakukan mediasi, agar perkara ini dapat diselesaikan secara adil tanpa menimbulkan keributan lebih lanjut.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *