SURABAYA, – Polda Jawa Timur (Jatim) memberikan keterangan terkait pengambilan barang bukti dari lokasi reruntuhan mushala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan bahwa proses hukum terkait runtuhnya mushola tersebut akan dilanjutkan setelah semua jenazah korban diketahui identitasnya.
“Penanganan bencana telah dilakukan, namun proses identifikasi jenazah korban dari lokasi bencana ini belum selesai,” kata Jules pada Selasa (7/10/2025).
Polisi Polda Jatim rencananya akan mengunjungi lokasi mushala yang roboh guna menyelidiki penyebab kegagalan konstruksi, sesuai dengan evaluasi dari tim SAR bersama.
“Ini tentu perlu dicari akar masalahnya dan kami akan mengambil langkah terkait,” tambahnya.
Sebelumnya, Ahli Konstruksi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Mudji Irawan, menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah mengambil beberapa sampel dari lokasi reruntuhan, termasuk delapan inti beton dan 20 batang besi dengan berbagai ukuran diameter.
Mudji menyampaikan bahwa sampel struktur bangunan akan diperiksa kualitas beton dan besi baja oleh pihak kepolisian, serta tim ahli akan diminta memberikan keterangan tambahan.
Namun, Jules menyampaikan bahwa pengambilan sampel tersebut juga dapat berfungsi membantu tim SAR bersama dalam proses pembersihan.
“Namun sampai saat ini, pengambilan sampel tersebut mungkin bertujuan untuk mempercepat proses pembersihan lokasi,” katanya.
Ia juga menyebutkan bahwa bukan hanya tim reserse yang berada di lokasi, tetapi juga jajaran Brimob.
“Rekan-rekan dari Brimob juga ikut berpartisipasi dalam mengangkat sisa puing-puing bangunan dan ada petugas lain yang terlibat,” kata Jules.
Polda Jawa Timur mengharapkan masyarakat bersabar menunggu proses penyelidikan lebih lanjut terkait mushala di Ponpes Al Khoziny.
Mereka berjanji bahwa proses hukum akan tetap berjalan, namun masih menunggu seluruh tahapan penanganan selesai, termasuk pengenalan semua jenazah.
“Kami kembali menekankan kepada rekan-rekan untuk bersabar, kami akan tetap melanjutkan prosesnya. Untuk saat ini, tim DVI sedang bekerja mengidentifikasi seluruh jenazah,” tutupnya.
Mushala bertingkat tiga yang berada di area asrama putra Ponpes Al Khoziny Sidoarjo runtuh dan menimpa para santri saat sedang melaksanakan shalat Ashar sekitar pukul 15.00 WIB pada Senin (29/9/2025).
Berdasarkan evaluasi tim pencarian dan pertolongan gabungan, penyebab runtuhnya bangunan tersebut adalah kegagalan struktur akibat ketidakmampuan menopang beban sesuai kapasitas yang seharusnya.
Penghentian proses pencarian dan pertolongan terhadap korban secara resmi diumumkan oleh tim Basarnas pada Selasa (7/10/2025).













